Di forum dialog tersebut dibahas bahwa cinta merupakan fitrah manusia dan dakwah menjadi kewajiban bagi orang yang beriman. Maka cinta yang menjadi fitrah ini jangan dinodai dengan cinta nafsu yang merusak. Karena allah mengkarunikan manusia cinta untuk berbuat baik, maka hendaknya cinta dibingkai dengan iman agar cinta menjadi bermakna.
Allah mengajakan dalam al-qur’an bahwa cinta yang hakiki adalah cinta kepada allah, dan rasul-Nya. Dan hendaknya kita Mendahulukan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Cinta Orang yang sempurna imannya kepada Allah dan Rasul-Nya lebih kuat baginya daripada hak ayahnya, ibunya, anaknya, isterinya dan semua manusia. Dan di antara ciri hal ini adalah membela Islam dengan ucapan dan perbuatan, mengamalkan syariat Islam, mengikuti sunnah dan berakhlak dengan akhlak Rasulullah saw.
Artinya Cinta dibuktikan dengan amal, bukan cinta namanya jika ia hanya sekedar bisa mengucapkan. Hendaknya kita menghamba kepada Allah dan mengikuti rasulnya. Di pengujung acara ustad Amir Faisol menyimpulkan : “ Ketika cinta sudah kita fahami dengan benar maka kita hendaknya berdakwah kepada orang lain mengajak pada cinta yang benar, karena sekarang yang berkembang di kalangan anak remaja adalah cinta tidak benar, merusak atas nama cinta “.sw