Telkomsel Dukung Gerakan Ayo ke Masjid
Telkomsel Dukung Gerakan Ayo ke Masjid
Setelah terpilih sebagai Ketua Umum Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI), Otong Somantri langsung membuat gebrakan dengan membuat program, "Gerakan Nasional Ayo ke Masjid." Ini sebagai upaya mengajak pemuda dan remaja untuk kembali ke masjid. Gerakan ini sudah dilaunching sehari sebelum Ramadhan yang lalu di Masjid Al-Azhar.
“Gerakan ini berfungsi mengajak masyarakat untuk mejadikan masjid sebagai pusat kegiatan umat. Apalagi saat ini banyak remaja masjid yang sudah tidak aktif lagi dan anak mudanya meninggalkan masjid. Oleh karena itu kita mengajak mereka untuk menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan umat,” katanya.
Setelah terpilih sebagai Ketua Umum Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI), Otong Somantri langsung membuat gebrakan dengan membuat program, “Gerakan Nasional Ayo ke Masjid.” Ini sebagai upaya mengajak pemuda dan remaja untuk kembali ke masjid. Gerakan ini sudah dilaunching sehari sebelum Ramadhan yang lalu di Masjid Al-Azhar.
Jika masjid bisa dijadikan sebagai kebutuhan bagi umat, ia yakin bukan hanya remaja dan pemuda, tetapi juga anak-anak dan orangtua akan berbondong-bondong bergegas pergi ke masjid. Gerakan Nasional Ayo ke Masjid menurutnya, ditopang dengan 3 pilar: pilar pendidikan, pilar kesehatan, dan pilar ekonomi.
Program kegiatan ini ternyata mendapat dukungan yang besar dari operator Telkomsel berupa online masjid raya. “Kita alhamdulillah mendapat amanah mengelola 99 masjid raya di seluruh Indonesia. Pihak Telkomsel memberikan pada setiap masjid raya TV dan komputer, yang dapat nyambung ke internet. Kita harapkan aktivitas 99 masjid raya bisa terpantau dengan baik, seperti kegiatan Masjhid Sunda Kelapa dan Al-Azhar yang padat kegiatannya dapat terpantau oleh masjid lainnya,” tambahnya.
Dengan terhubungnya kegiatan masjid yang ada di seluruh Indonesia, maka Masjid Baiturrahim yang ada di Aceh akan mengetahui kegiatan yang ada di Masjid Sunda Kelapa atau Al-Azhar yang ada di Jakarta. Demikian pula kegiatan Masjid Umar bin Khattab yang ada di Bali akan diketahui oleh jamaah masjid yang ada di tempat lain. Ternyata tidak terbayangkan, ternyata masjid Umar bin Khattab di Bali banyak kegiatnnya dan remaja masjidnya aktif.
Ketua Umum JPRMI, Otong Somantri.
Dengan 3 pilar tersebut ia mengharapkan masyarakat dapat terpenuhi kebutuhannya di masjid. “kita sudah berhasil membina anak-anak kita usia TKA dan TPA. Tapi kita mendapat masalah setelah anak-anak TPA selesai diwisuda, maka selesai pula kegiatannya. Sedangkan kelanjutan dari TPA sampai saat ini belum ada. Akhirnya mereka tinggal dan berkeluyuran di jalanan,” ungkapnya.
Kiini untuk menjawab permasalahan tersebut, JPRMI mendirikan sekolah berbasis masjid sebagai kelanjutan TKA dan TPA. Jadi, guru dan muridnya sama. Hanya kurikulumnya yang berbeda. Kurikulumya sengaja dibuat khusus untuk kebutuhan remaja dan gaya remaja. Otong mengharapkan, hal ini dapat memenuhi kebutuhan pendidikan remaja.
JPRMI menurutnya, sudah mendapat dukungan dari Baitul Mal BRI dan sebentar lagi Bank Muamalat dan Telkom. Mereka berkomitmen untuk memberikan beasiswa terhadap anggota JPRMI. Nama beasiswanya Kader Surau. Mereka yang aktif di remaja masjid dan tidak punya biaya untuk SMP. SMA, dan perguruan tinggi. Beasiswa diberikan untuk uang masuk sekolah dan uang bulanannya.
Yang menarik, katanya, JPRMI mendapat tawaran dari BRI untuk memberikan beasiswa S-1. Kalau ada kader surau yang telah mendapat rekomendasi dari JPRMI, mereka bisa kuliah gratis di Perbankan Islam sampai biaya hidup. Juga dapat tawaran untuk tenaga bidan. Kalau ada satu daerah yang tidak ada bidannya, kemudian ada aktivitis remaja masjid yang berniat menjadi bidan, JPRMI sudah mendapat dukungan dari BRI untuk menyekolahkan remaja tersebut ke sekolah kebidanan. Tapi dengan persyaratan setelah lulus, mereka harus kembali ke daerahnya untuk menjadi bidan.
Kedua, pilar kesehatan. Saat ini JPRMI sedang merintis klinik masjid. Pendirian klinik masjid menurutnya, akan difokuskan pada 99 masjid raya. Jadi, masjid raya yang sudah online itu diwajibkan mendata kaum dhuafa, yang belum tercatat dalam program Gakin, yang berobat gratis dari pemerintah. Ia yakin banyak umat Islam yang belum tercover oleh program berobat gratis dari pemerintah. Mereka yang sudah didata, didaftarkan ke BRI. Nanti pihak BRI akan melakukan verifikasi terhadap mereka.
Yang telah lolos verifikasi, nantinya mereka gratis kalau berobat ke Puskesmas atau klinik setempat. Nantinya DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) dulu yang mengeluarkan biaya. Kemudian pihak BRI akan mengganti biaya tersebut. “Itu pilihan pertama kita. Pilihan kedua, kita akan mendirikan klinik masjid. Kita akan mengadakan perawat dan dokter di klinik masjid setelah jelas kontraknya dengan BRI. Kaum dhuafa nantinya gratis berobat,” tuturnya.
Ketiga, pilar ekonomi. Belum lama ini pihaknya mengadakan whork shop wirausaha berbasis masjid. Para remaja masjid dipacu kemampuannya dengan memberikan training, bahkan mereka diberikan modal bergulir. Dana tersebut berasal dari BRI dan Telkomsel. Dari BRI sudah disepakati.
Yang sudah berjalan, menurut Otong, pertama, pedagang keliling di daerah Srengseng Sawah Jakarta Selatan. Kedua, kurma dari tomat kering di Boyolali, Jawa tengah. Ketiga, pihaknya tengah mengajukan budidaya ikan air tawar di Depok Jawa Barat. Pihak Bank Indonesia (BI) juga memminta JPRMI untuk mengelola 50 pedagang keliling. Masing-masing pedagang akan diberikan dana antara Rp 4 juta – Rp 5 juta.
Ini pilar ekonomi yang akan ditawarkan ke masyarakat. Penawaran modal tersebut menurut Otong, tidak diberikan kepada mereka yang baru berusaha. Yang berhak memperoleh dana untuk modal usaha adalah mereka yang usahanya sudah berjalan. Palaing tidak sudah 2 – 3 tahun sudah berjalan usahanya, tapi mereka masih butuh penambahan modal. Dengan memberikkan tambahan modal sekitar Rp 10 jutaan diharapkan posisi mereka naik dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat).
Bagi remaja masjid yang masih pengangguran diwajibkan untuk magang. Seperti di Boyolali, pihaknya membantu usaha korma dari tomat kering. Kegiatan tersebut sudah berjalan. Ia harapkan sekitar 3 orang remaja masjid yang belum punya pekerjaan magang di sana. Kalau yang magang ternyata layak diberikan bantuan, mereka akan menjadi sasaran level kedua.
Sumber:http://sosok.kompasiana.com/2011/10/01/telkomsel-dukung-gerakan-ayo-ke-masjid/
SBM solusi pendidikan alternatif
Jakarta, Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) menilai maraknya aksi tawuran antar pemuda akhir-akhir ini salah satunya disebabkan terputusnya upaya pembinaan kerohanian Islam.
"Ketika tahun 1992 tawuran ramai, kemudian ketika tahun 1996 banyak pembinaan di kerohanian Islam dilakukan. Waktu itu dari Pemda DKI tawuran mereda, 2004-2006 pembinaan selesai tawuran ramai lagi," papar Ketua Umum JPRMI, Otong Sumantri, kepada media di Jakarta, Minggu (31/7/2011).
Otong mendapati kenyataan bahwa sebagian besar pemuda yang terlibat tawuran di masa kecilnya pernah mengenyam Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA).
Sayang di usia yang belum sepenuhnya matang, kata Otong, pembinaan kerohanian Islam tersebut harus berakhir. Padahal idealnya, pembinaan ini terus mengawal pribadi si anak sampai dirinya cukup dewasa.
"Pembinaan ini tidak boleh terputus, sampai dia bisa menentukan arah hidupnya sendiri," tegasnya.
Jika tidak, terang Otong, pembinaan yang terputus di fase anak yang belum matang ini bisa berdampak menyerang balik si anak.
Setelah lulus, lanjutnya, si anak akan sulit kembali ke TPA karena sudah dilabel lulus TPA. Hal ini diperparah jika si anak tidak memiliki keluarga yang bisa jadi tempat yang nyaman baginya.
Anak yang bingung kemana dia harus menuju dan berlabuh pada lingkungan di sekitarnya, di mana ada pengaruh komunitas teman sebaya yang cukup kuat di sana. Dari sanalah, anak mungkin mulai belajar bagaimana 'turun ke jalan'.
"Itulah yang jadi guru mereka seterusnya," ujarnya.
JPRMI sendiri, kata Otong, tengah berupaya melanjutkan kembali pembinaan kerohanian Islam di kalangan pemuda. Di antaranya, dengan membuat Sekolah Berbasis Masjid (SBM).
"Itu kan sekolah pasca-TPA sampai usia SMA, sehingga yang seperti itu selesai," katanya.
Sekolah berbasis masjid ini, lanjutnya, sudah dijalankan di beberapa lokasi di Jakarta, seperti di Sunda Kelapa dan masjid Cinere Depok. Selain itu, Otong juga mengimbau warga masyarakat agar menggiatkan kembali kegiatan remaja masjid di daerah, utamanya yang rawan tawuran.
"Jika pembinaan tersebut berjalan, itu akan hilang sendiri. Kita akan optimalkan untuk jadi fasilitator," terangnya.
http://www.sapujagat.grandong.com/2011/07/jaringan-pemuda-dan-remaja-masjid.html
Program "Online" Masjid Raya
Ahad, 31 Juli 2011
Hidayatullah.com—Program "Online" Masjid Raya (OMR) yang diluncurkan salah satu operator seluler akan mengkoneksikan masjid-masjid besar dari seluruh Indonesia. Target masjid yang akan di-online-kan melalui program ini mencapai 99 Masjid Raya dan Masjid Agung se-tanah air. Tahap awalnya akan dilaksanakan untuk Pulau Jawa, menyusul kemudian ke wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
OMR yang digarap Telkomsel menggandeng Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) merupakan inovasi dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1432 H, sekaligus membawa berbagai aktifitas syi'ar Islam ke dalam jaringan dakwah digital.
Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Tifatul Sembiring yang didaulat meresmikan acara itu sangat mendukung OMR. Program ini, baginya, luar biasa memberikan dampak yang baik, meski belum menjangkau keseluruhan masjid di Indonesia yang begitu banyak.
Di samping itu, Tifatul mengimbau perlunya pemanfaatan internet untuk hal-hal positif. Sebab berbagai informasi yang diterima ada yang benar, ada pula yang salah. Di sinilah perlunya check and recheck, sehingga yang terpenting dalam program tersebut adalah kontennya.
"Apalagi diawali di bulan Ramadhan ini," ujar Tifatul.
Menteri dari salah satu partai Islam itu juga berharap dengan diluncurkannya OMR, remaja masjid tidak lagi diidentikan negatif.
"Jangan sampai disangka anak-anak remaja masjid itu kuper (kurang pergaulan.red). Tidak!," tegasnya di depan wartawan selepas acara di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Ahad (31/7).
Karenanya, Tifatul menganggap koneksi online antar masjid ini cukup menarik untuk pembinaan remaja. Saat ini bangsa Indonesia, dalihnya, sedang mengalami krisis eksistensi identitas akibat banyaknya pengaruh-pengaruh yang datang dari luar.
Adapun konten yang akan dikelola dalam OMR meliputi informasi internal masjid yang di antaranya berisi jadwal shalat, jadwal khatib Jum'at, jadwal kegiatan masjid dan informasi lain. Program ini juga merupakan bentuk dukungan Telkomsel terhadap Gerakan Nasional Ayo Ke Masjid yang digadang JPRMI. Sebelumnya JPRMI sukses menggelar karnaval sambut Ramadhan di Jakarta.*
Rep: Muh. Abdus Syakur
Red: Syaiful Irwan
JPRMI JABAR SERUKAN GERAKAN AYO KE MESJID
BANDUNG, 22 Juli 2011 - Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Wilayah Jawa Barat menyerukan ajakan Gerakan Nasional Ayo Ke Masjid (GNAKM).Hal ini dinyatakan Ketua JPRMI Jabar Khoirul Naim disela-sela musyawarah wilayah beberapa waktu yang lalu.
Lebih lanjut Khoirul menyatakan JPRMI Jabar bertekad menjadi salah satu elemen umat Islam dalam rangka mengajak generasi muda di Jawa Barat khususnya dan masyarakat luas umumnya untuk bersama-sama memakmurkan masjid. "Masjid sebagai basis pembinaan umat harus menjadi perhatian bersama," imbuhnya.
Dalam muswil yang dilaksanakan di Hotel Golden Flower Bandung tanggal 16-17 Juli 2011 dihadiri para perwakilan pengurus JPRMI tingkat kota dan kabupaten se Jabar.Salah satu agenda muswil adalah pelantikan pengurus JPRMI Jawa Barat periode 2011-2015.
Mereka yang dilantik adalah pengurus JPRMI Jabar 2011-2015 diantaranya Ketua H.Khoirul Naim SKM,M.EPid., Sekjen Ahyana S.Pd.,dan Bendahara Sandi Muharam SE.
Program Ramadhan
Sementara itu Sekjen JPRMI Jabar Ahyana menyatakan pada bulan Ramadhan ini akan diadakan Lounching GNAKM (Gerakan Nasional Ayo Ke Masjid). Selain itu juga program masjid online bekerja sama dengan Telkomsel salah satu kegiatannya hibah LCD 32" untuk tiga belas masjid besar di Jabar.
Program Ramadhan selanjutnya menurut Yana adalah pesantren unik pengembangan potensi diri (Sanubari).
"Untuk syiar sambut Ramadhan akan dilakukan karnaval Ramadhan di 26 kota dan kabupaten se Jabar," pungkasnya. BNP/*/Yurri Erfansyah
Sumber: http://bandungnewsphoto.com/?content=info&op=view&no=329
“Setiap tarikan nafas yang dihembuskan, didalamnya ada ketentuan Allah. Jangan kosongkan hati dari mengingat Allah, sebab akan memutuskan muraqabah anda dari hadirat-Nya. Janganlah keheranan karena terjadinya hal-hal yang mengeruhkan jiwa, karena itu sudah menjadi sifat dunia selama anda berada didalamnya.” (Syekh Ahmad Atailah)
Galeri Komunitas
Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).
Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.
Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.